Sabtu, 29 November 2014

Perencanaan Strategis Desa



PERENCANAAN STRATEGIS DESA

PERUMUSAN VISI

Pengertian:
·         Mimpi desa ke depan  yang dapat dipenuhi (diadakan), bukan fantasi
·         Gambaran keberhasilan ideal bagaimana desa akan diarahkan untuk tahun-tahun mendatang.
·         Mimpi keberhasilan tersebut didasarkan pada nilai-nilai yang diyakini desa
·         Mimpi keberhasil;an mengarah langsung pada tujuan dasar desa
·         Dilandasi kesejatian, kejujuran, kesungguhan dan keikhlasan.

Ciri-ciri Pernyataan Visi Yang Efektif:
·         Mengilhami kerja-kerja desa
·         Menjadi titik dasar desa bergerak ke depan
·         Membantu mengarahkan kemana arah desa bekerja
·         Membantu mengambil keputusan tentang apa yang akan dan tidak akan dilakukan desa
·         Memungkinkan desa menyusun petunjuk kerja yang benar
·         Membantu desa dalam menilai dan mengukur perkembangan dalam waktu yang panjang
·         Rumusan singkat, tegas dan lugas
·         Mudah dipahami siapapun

PERUMUSAN MISI
Misi menggambarkan:
·         Pandangan dasar desa dimana segala sumber daya dan gerak diorientasikan
·         Apa yang akan digarap oleh desa . (mengapa desa perlu eksist)
·         Siapa yang akan diuntungkan oleh kerja-kerja desa (siapa yang akan dilayani)
·         Metode/kegiatan utama yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dasar.

Pernyataan Misi Yang Efektif:
  • Dapat memberikan petunjuk
  • Ringkas/singkat dan bermakna
  • Mudah dipahami dan dapat dikomunikasikan kepada siapapun
  • Mengandung motivasi dan membantu orang lain dapat memahami tujuan daar desa
  • Mengidentifikasikan pada tujuan utama desa
  • Mengekspresikan nilai-nilai/prinsip-prinsip desa.

Pertanyaan Diskusi:
  • Mengapa desa perlu eksist?
  • Siapa yang akan dilayani?
  • Pelayanan apa yang kan dilakukan?
  • Bagaimana pelayanan itu akan diberikan?

ANALISIS SWOT
Analisis SWOT adalah salah satu teknik analisis untuk mengkaji desa dalam suatu lingkungan  secara keseluruhan.
Untuk mengkaji suatu organisasi perlu dilakukan analisis dengan melihat faktor internal (yang muncul dari dalam desa) dan faktor eksternal (yang ada atau datang dari luar desa).

Faktor-faktor  internal yang dapat dianalisis yaitu:
  • Kekuatan (Strengths) dan
  • Kelemahan (Weaknesses)
Pertanyaan kunci untuk menganalisis faktor-faktor internal:
  • Bagaimana kinerja desa selama ini? (penjelasan keberhasilan baik kuantitas maupun kualitasnya) (deskripsi dan penilaian)
  • Sumber daya apa yang dimiliki dan dapat mendukung keberhasilan desa? (penjelasan kuantitas dan kualitas tentang tenaga kerja, tenaga alhi, relawan, dana, informasi, peralatan, jaringan kerja, pengalaman keberhasilan, perangkat dll) (deskripsi dan penilaian)
  • Sistem manajemen, kebijakan dan strategi apa yang dijalankan untuk mendayagunakan sumber daya yang ada? (deslripsi dan penilaian)
  • Apakah kekuatan-kekuatan yang dimiliki desa?
  • Apakah kelemahan-kelamahan yang dimiliki desa?

Sedangkan faktor-faktor eksternal, yaitu:
  • Peluang (Opportunities) dan
  • Ancaman (Threats)
Pertanyaan kunci untuk menganalisis faktor-faktor eksternal:
  • Apa kecenderungan umum mengenai situasi dan kondisi ekonomi, politik, budaya, lingkungan yang menjadi masalah daar?
  • Apa akar penyebabnya? Termasuk kebijakan-kebijakan yang baik di tingkat lokal, nasional ataupun internasional yang mempengaruhi.
  • Siapakah pelaku-pelaku yang turut mempengaruhi masalah tersebut?
  • Adakah pengalaman yang berguna untuk mengatasi masalah tersebut baik pengalaman lokal, nasional maupun internasional?
  • Apakah ancaman-ancaman (dampak negatif) yang ditimbulkan waktu lalu, sekarang dan masa mendatang?
  • Apakah peluang-peluang (dampak pesitif) yang ditimbulkan pada waktu lalu, sekarang dan masa mendatang?

Contoh analisis SWOT:
1.      Strengths (Kekuatan):
·         Sumber daya keuangan yang memadai.
·         Sumber daya manusia dengan keahlian yang tinggi
·         Infrastruktur perdesaaan yang cukup lengkap
·         Jumlah keanggotaan yang besar
·         And lain-lain
2.      Weaknesses (Kelemahan)
  • Tidak memiliki arah perencanaan strategi yang jelas
  • Penggunaan fasilitas administrasi yang kurang memadai
  • Tidak mempunyai kompetensi manajerial yang baik
  • Terbelakang dalam penelitian dan pengembangan
  • Pelayanan kepada masyarakat masih kurang
  • Dan lain-lain
3.      Opportunities (Peluang)
  • Mengembangkan program-program penguatan sumber daya manusia
  • Banyak lembaga-lembaga yang siap untuk bekerja sama
  • Melakukan diversifikasi program kegiatan (mengembangkan program yang berbeda dari yang sudah ada)
  • Dan lain-lain
4.      Threats (Ancaman)
  • Pertumbuhan organisasi yang lamban
  • Intervensi negatif terhadap lembaga.
  • Turunnya dukungan anggota terhadap orgasisasi
  • Setiap musim kemarau kekurangan air bersih
  • Dan lain-lain.


MENENTUKAN STRATEGI-STRATEGI BERDASARKAN HASIL ANALISIS SWOT

Setelah hasil analisis SWOT dilakukan yang menghasilkan  faktor-faktor internal (Kekuatan / Strengths dan Kelamahan / Weaknesses ) dan eksternal ( Peluang / Opportunities dan Ancaman / Threats ), maka berdasarkan hasil tersebut digunakan untuk menentukan strategi-strategi, yaitu:
1.      Startegi SO dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
2.      Strategi WO yaitu mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada.
3.      Strategi ST yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkana kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
4.      Strategi WT yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).

Kamis, 30 Oktober 2014

IKATAN VESPA INDONESIA

SEJARAH KELAHIRAN IVI (Ikatan Vespa Indonesia)
 
     Pada tahap awal proses kelahirannya diprakarsai oleh Club Vespa Scooter melalui mekanisme Konsolidasi Club yang ada di Jakarta , Bogor dan Sukabumi, masing-masing dari fihak :
1. AYAMA VESPA CLUB (AVC) Jakarta
2. JAKARTA VESPA CLUB (JVC) Jakarta
3. VESPA REST CLUB (VRC) Jakarta (Sekarang Vespa Racing Club)
4. CAMEL SCOOTER CLUB (CSC) Jakarta ( Sekarang Kemayoran Scooter Club)
5. GEROMBOLAN VESPA ( GROVES ) Jakarta
6. VESPA CLUB BOGOR (VCB) Bogor
7. IKATAN VESPA SUKABUMI (IVSI) Sukabumi
8. IKATAN PENGENDARA SCOOTER CLUB (IPASCO) Jakarta
Ke 8 (delapan) Club tersebut menjelang pergantian tahun 95/96 pukul 24.°° telah sepakat berikrar janji untuk saling bersatu, saling tolong menolong menghindari serta mencegah timbulnya konflik antar anggota, dan yang lebih mengharukan ikrar tersebut, juga mendambakan adanya “Wadah Club Vespa Scooter” di Tanah Air Tercinta.
Dengan adanya wadah club Vespa Scooter di Tanah Air diharapkan Insan Vespa Mania semakin dapat mengukir karya-karya nyata dan prestasi yang dapat dipersembahkan kepada Bumi Pertiwi.
Melalui kerja keras dan perjuangan yang tanpa mengenal lelah semakin membulatkan tekad untuk BERSATU DAN BERSAUDARA, Ikrar yang telah di selenggarakan Jambore Vespa scooter se-Jawa I & II dan menjelang penyelenggaraan Musyawarah nasional digelar konsolldasi Pra Munas dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan temu Vespamania di Bumi Perkemahan Cibubur yang dihadiri oleh lebih dari 1765 (senbu tujuh ratus enam puluh lima) motor, sementara yang tidak terdaftar masih banyak lagi, hadir sebagai simpatisan Club.
Akhirnya pada tanggal 12 Juni 1998 berkat adanya dukungan moral dari Menten Pemuda dan Olah Raga, Menteri Pariwisata, Ketua Umum PP – IMI, Ketua umum IMI OKI Jaya dan Gubernur OKI serta yang lebih penting yaitu adanya rahmat dan ridho-Nya, Musyawarah Nasional Vespa Mania I dapat diselenggarakan di Sentul International Circuit dengan lancar dan tertib, yang menghasilkan keputusan bahwa wadah Vespa Scooter di Tanah Air di beri nama sebagai “IKATAN VESPA INDONESIA” di singkat IVI.
Kelahiran wadah yang bernama IVI tersebut disambut dengan sukacita oleh seluruh keluarga insan Vespamania, lebih-lebih pada saat itu selain membagikan 600 paket sembako juga diselenggarakan malam hiburan bersama masyarakat setempat saat itu, untuk pertama kalinya dilakukan uji regulasi balap motor Vespa Scooter di Sirkuit Internasional Sentul dan disediakan Trophy dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bagi sang juara.
II. Aspek Legalitas
1. IVI lahir berdasarkan atas hasil mufakat dan keputusan bersama pada ajang Musyawarah Skala Nasional (MUNAS) dalam semangat demokrasi yang di junjung tinggi.
2. Dikukuhkan dengan akta pendirian / akta notaris, berdasarkan AD/ART yang telah tersusun dalam MUNAS I Insan Vespamania Indonesia .
3. Telah terdaftar di Direktorat Sospol (Profesi dan Hubungan Fungsi)Departemen Dalam Negeri Republik Indoneisa, sekarang Biro Organisasi masyarakat Sekretariat Negara Republik Indonesia (Sekneg Rl). Hal ini ternyata merupakan Club Otomotif yang pertama kalinya serta merupakan satu-satunya Club Otomotif khususnya Club Vespa Scooter di Tanah Air, sehingga IVI merupakan organisasi masyarakat yang halal dan dijamin keabsahannya, berkiprah diseluruh wilayah Republik Indonesia.
4. Terdaftar di Pemda IMI OKI Jakarta dan sebagai anggota asosiasi / Mitra PP-IMI Jakarta yang pertama memenuhi persyaratan AD / ART – PP-IMI sejaktahun 2000.
5. Sebagai Interest Member dan kini sedang diproses menjadi anggota permanent dari Federation Internationale de Vespa (FIV) yang merupakan Wadah organisasi Club Vespa ditingkat Internasional FIV merupakan anggota asosiasi / mitra dari FIM yang merupakan puncak dari organisasi sepeda motor di tingkat dunia. (Ikatan Motor Indonesia (IMI) juga menjadi anggota / bernaung dengan FIM)
III. Anggota IVI
Jumlah Club yang menjadi anggota IVI : 261 Club, tiap Club minimal beranggotakan sebanyak 30 motor. Hingga saat ini masih terdapat puluhan Club lagi, yang sedang dalam proses Rekruitment.
Persyaratan menjadi anggota IVI :
a. Mengajukan permohonan kepada ketua umum PP-IVI secara langsung atau melalui pengda IVI setempat. (bila sudah terbentuk)
b. Melampirkan Fotocopy AD / ART dan peraturan tata tertib Club.
c. Susunan pengurus dan alamat sekretariat
d. Daftar nama anggota Club minimal 30 motor.
e. Rekomendasi dari Club (terdekat dalam satu kota ) yang telah terlebih dahulu menjadi anggota IVI
f. Membayar iuran sebanyak Rp.50.000,- ( lima puluh ribu rupiah) / tahun/Club.
g. Seluruh anggota Club wajib memiliki KTA IVI – Nasional, yang berfungsi sebagai kartu asuransi kecelakaan diri.


sumber: http://ogiku.wordpress.com/2012/01/11/ikatan-vespa-indonesia/